Home » Profil » dr. Made Jawi, Berbuat berdasar Keilmuan

dr. Made Jawi, Berbuat berdasar Keilmuan

Denpasar, injeksionline.com Fakultas Kedokteran (FK) merupakan salah satu fakultas tertua di Universitas Udayana. FK sendiri telah mengalami banyak sekali proses pergantian kurikulum, pergantian kepengurusan, dan banyak mahasiswa FK telah mengambil andil besar di Indonesia ini, khususnya di Bali.

Sebuah fakultas yang besar tentu memiliki sangat banyak mahasiswa serta pengajar dan pegawai, semakin banyak orang tentunya memiliki pendapatnya masing-masing. Ini yang menyebabkan FK tidak luput dari perbedaan pendapat. Khususnya antara mahasiswa dengan pihak dekanat. Berikut adalah hasil wawancara yang dilakukan oleh pihak injeksi online kepada Pembantu Dekan III Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Dr. dr I Made Jawi, M.Kes.

Menurut dr. Jawi, mahasiswa di FK secara umum memiliki intelektual yang lebih tinggi, kemampuan nalarnya berbeda karena sebagai tenaga medis harus mampu menganalisa secara mendalam. Saat kami bertanya apa yang harus ditingkatkan menurut dr. Jawi, dia menjawab bahwa untuk masalah kemampuan, ketertiban di dalam mahasiswa sudah cukup yang menjadi bahan untuk ditekankan adalah bagaimana untuk melakukan maintenance terhadap perilaku mahasiswa yang sudah baik.

Dr. Jawi selaku PD III yang mendapat bagian untuk berurusan dengan mahasiswa berusaha sebaik mungkin untuk meluruskan pandangan agar diperoleh hasil yang lebih baik lagi, menurutnya mahasiswa FK yang pintar memiliki prinsip. Sekarang bagaimana cara yang harus dilakukan agar prinsip yang dipegang oleh mahasiswa dapat disamakan dan baginya kurikulum yang dipegang oleh FK terbilang bagus, hanya saja dalam pelaksanaannya terdapat beberapa miss dari yang seharusnya misalnya dalam pemberian lecture seharusnya dosen hanya memberikan gambaran umum, konsep dasarnya tidak perlu hingga ke detail, namun ada dosen yang memberikan hingga detail sehingga waktu yang diberikan untuk lecture terasa tidak cukup. Kemudian pada saat SGD yang seharusnya mahasiswa yang aktif dan dosen sebagai fasilitator hanya memberi arahan, namun pada kenyataan masih ada fasilitator yang memberikan penjelasan pada saat SGD. Kemudian pada saat pleno, yaitu saat untuk menyamakan semua pendapat. Sehingga setiap mahasiswa mengetahui yang mana jawaban paling tepat dan siap untuk menghadapi ujian tentang bahan pada hari itu. Kurikulum yang dipakai di FK Universitas Udayana merupakan kurikulum yang menekankan pada independent learning, sehingga untuk detail dan lengkapnya mahasiswa diharapkan mencari sendiri informasi tersebut. Mahasiswa dituntut untuk lebih aktif pada sistem kurikulum yang dipakai oleh FK Universitas Udayana.

Bagi dr. Jawi, sebuah konsep umum tentu ada sisi positif dan negatif, ditambah setiap mahasiswa yang tentunya memiliki cara pandang berbeda-beda, bahkan bukan hanya diantara mahasiswa dengan dosen, diantara dosen juga terdapat pandangan yang berbeda, sehingga menimbulkan salah paham. Baginya itu adalah kekurangan yang terdapat dalam kurikulum ini, harus dilakukan kesepahaman antar dosen, pegawai dan diselaraskan dengan mahasiswa.

Dr. Jawi yang belum lama menjabat sebagai PD III, mengatakan saat dia menjadi PD III, yang dia usahakan adalah menyempurnakan dari yang sebelumnya. Karena sebagai PD III yang mengurus bagian kemahasiswaan, dia menginginkan setiap mahasiswa memiliki dan menyempurnakan 4 pilar yaitu nalar, etika (tata krama), empati dan pengembangan minat bakat. Dan dalam melihat kegiatan organisasi mahasiswa, ada kegiatan yang dirasa memiliki kesan hura-hura, glamour, hal demikian baginya diusahakan untuk dikurangi, disederhanakan dan lebih meningkatkan hal ilmiah dari mahasiswa. Sebab, kegiatan organisasi mahasiswa adalah kegiatan pendukung, bukan kegiatan yang utama, ketika kegiatan pendukung dirasa dapat mengganggu kegiatan utama mahasiswa yang adalah belajar maka sebaiknya dikurangi.

Dalam pandangan dr. Jawi, mahasiswa FK Universitas Udayana tidak kalah dengan universitas besar lainnya, hanya saja untuk kegiatan penelitian mahasiswa seperti PKM, masih berada sedikit dibawah beberapa universitas besar di Indonesia. Kesan dr. Jawi terhadap mahasiswa FK yaitu sebaiknya kegiatan akademik, kegiatan organisasi mahasiswa menuju pada satu tujuan yang sama, tidak saling mengganggu, namun saling mendukung sehingga seimbang antara softskill dan hardskill ditambah dengan perkembangan zaman yang sangat cepat.

Pesan dari dr. Jawi adalah jangan takut berbuat sesuatu, tetapi berbuatlah berdasarkan keilmuan. Agar perbuatan yang kita lakukan baik, kita harus memiliki ilmu yang baik. Dan ilmu yang baik tersebut diperoleh melalui pembelajaran.

Dibuat oleh : Jan Christian (@JanChrs)

Editor IO: @vbrii

Tinggalkan komentar