Home » Artikel » Delapan Fakta Mengenai MERS yang Mesti Anda Ketahui

Delapan Fakta Mengenai MERS yang Mesti Anda Ketahui

MERS Coronavirus

MERS Coronavirus

Denpasar injeksionline.com Sejak beberapa pekan lalu, dunia digemparkan oleh adanya MERS-CoV (Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus) atau dalam Bahasa Indonesia virus korona sindrom pernapasan Timur Tengah. Penyebaran dari virus ini semakin meluas, bahkan sudah sampai di Indonesia. Maka dari itu masyarakat dihimbau untuk selalu waspada terkait gejala dan cara penularan dari virus ini. Sebenarnya apa sih MERS itu? Mari kita telusuri beberapa fakta mengenai virus tersebut.

1. Apa itu MERS?

MERS-CoV adalah beta coronavirus yang pertama kali dilaporkan pada tahun 2012 di Saudi Arabia. Sebelumnya MERS-CoV disebut dengan “novel coronavirus” atau “nCoV” dan berbeda dengan coronavirus yang pernah ditemukan pada manusia sebelumnya. Lalu pada Mei 2013, The Coronavirus Study Group (CGS) of the International Committee on Taxonomy of Viruses (ICTV) memutuskan untuk menamai novel coronavirus sebagai Middle East Respiratory Syndrome.

2. MERS mirip dengan SARS

Gejala dari MERS sejenis dengan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) yang sempat menggemparkan dunia satu dekade lalu, yaitu tahun 2003. Walaupun MERS-CoV mempunyai banyak persamaan dengan coronavirus yang ditemukan pada kelelawar seperti dengan SARS, namun MERS tidak separah SARS yang kala itu mengakibatkan 8.000 orang sakit dan 773 orang meninggal. Para peneliti mengatakan MERS belum mudah menyebar terhadap manusia.

3. Para peneliti belum mengetahui secara pasti penyebaran MERS

Semua kasus MERS di enam negara Semenanjung Arab penularannya dikaitkan terbatas melalui benda atau kontak fisik, misalnya interaksi langsung dengan pasien. Dr. Anne Schuchat, asisten dokter bedah umum di Public Health Service, Amerika, mengatakan penularan tersebut dapat berakibat fatal. “Anda tidak berisiko terinfeksi MERS-CoV bila tidak melalui kontak langsung seperti merawat atau hidup dengan seseorang yang terinfeksi virus tersebut,” tuturnya.

4. Gejala MERS mirip influenza

Dokter spesialis paru Diah Handayani mengatakan gejala infeksi MERS mirip dengan influenza, sehingga MERS seringkali disebut sebagai “flu like syndrome”. Gejala yang mirip berupa batuk dan keluar mucus (lender) yang berlebihan dari hidung. Bedanya dengan influena, MERS disertai dengan demam tinggi minimal 38 derajat Celsius dan sesak napas. Masa inkubasi dari virus hingga menyebabkan penyakit adalah 2 sampai dengan 14 hari, sehingga mungkin saja seseorang sudah terinfeksi virus dari Timur Tengah namun gejala baru timbul ketika sudah kembali ke negara asal.

5. Apa sumber dari MERS-CoV?

Belum diketahui secara pasti darimana virus tersebut berasal. Namun penyebarannya diduga berasal dari binatang. Pada beberapa penelitian, MERS-CoV ditemukan pada unta di Qatar, Egypt, dan Saudi Arabia serta pada kelelawar di Saudi Arabia. Ditemukan hasil positif untuk antibody terhadap MERS-CoV pada unta yang mengindikasikan para unta tersebut sebelumnya terinfeksi dengan MERS-Cov atau berkaitan erat dengan virus tersebut. Apakah unta atau kelelawar merupakan sumber dari virusMERS-CoV? CDC dan WHO belum bisa memastikan jawabannya. Masih dilakukan beberapa penelitian untuk membuktikan hal tersebut.

6. MERS diduga musiman

Menurut laporan CNN, pejabat setempat menjelaskan kasus ini mempunyai kesamaan dalam kenaikan korbannya. Pada musim semi tahun lalu juga ditemukan peningkatan seperti saat ini. Schuchat menduga MERS menyebar pada musim tertentu.

7. Hingga saat ini belum ditemukan obat dan vaksin

Belum ada pengobatan yang spesifik untuk menangani MERS. Hingga saat ini, pasien MERS ditangani dengan beberapa treatment yang dapat mengurangi gejalanya. Sementara menurut CDC, vaksin virus ini masih berusaha dikembangkan oleh para peneliti.

8. Lantas upaya pencegahan apa yang dapat dilakukan untuk dapat melindungi diri dari penyebaran virus ini?

CDC menyarankan beberapa tips berikut ini:

  1. Cuci tangan dengan air dan sabun selama 20 detik, jika air dan sabun tidak tersedia dapat juga menggunakan hand sanitizer.
  2. Tutup mulut dan hidung saat batuk dan bersin menggunakan tissue, lalu buang tissue tersebut ke tempat sampah. Lalu disarankan juga untuk menggunakan masker.
  3. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dicuci (tangan yang kotor).
  4. Hindari kontak langsung, seperti berbagi makanan dan minuman dengan orang yang sakit.
  5. Bersihkan benda-benda dan lakukan disinfeksi secara rutin.

Selain itu, kita juga harus segera berkonsultasi dengan dokter apabila mendapat gejala seperti yang telah dijelaskan di atas. Mari upayakan hidup bersih dan sehat, karena mencegah lebih baik daripada mengobati. Selalu ingat pepatah yang telah ditanamkan semenjak kita kecil, yaitu “bersih pangkal sehat” dan “di dalam tubuh yang sehat pasti ada jiwa yang kuat”.

 

Oleh : Yuliantini

Sumber :

  • Centers for Disease Control and Prevention. 2014. Middle East Respiratory Syndrome (MERS). www.cdc.gov/coronavirus/mers/faq.html. Diakses tanggal 13 Mei 2014.
  • Centers for Disease Control and Prevention. 2014. Middle East Respiratory Syndrome (MERS). www.cdc.gov/CORONAVIRUS/MERS/INDEX.HTML. Diakses tanggal 13 Mei 2014.
  • Anonim. 2014. 5 Fakta Penting tentang Virus MERS-CoV. m.news.viva.co.id/news/read/501879-5-fakta-penting-tentang-virus-mers-cov. Diakses tanggal 13 Mei 2014.
  • Kartika, Unoviana. 2014. Waspada, Gejala MERS Mirip Influenza. m.kompas.com/health/read/2014/05/08/0722173/Waspada.Gejala.Mers.Mirip. Diakses tanggal 13 Mei 2014.

Tinggalkan komentar