COVID-19 Membaik, Satgas Ingatkan Pandemi Belum Berakhir!

Halo Sobat Injeksi! Apa kabar? Semoga dalam keadaan yang baik ya. Tak terasa sudah hampir dua tahun masyarakat dunia mengalami pandemi COVID-19. Kesulitan beradaptasi dengan peraturan-peraturan baru yang harus dijalani pada masa pandemi kerap membuat masyarakat resah dan berakhir melanggar peraturan yang sudah ditetapkan. Namun, kasus COVID-19 telah mulai terkendali!

Tetapi, ditegaskan oleh Prof Wiku Adisasmit selaku jurubicara Satgas COVID-19, bahwa kasus COVID-19 yang terkendali dan sudah menurun ini bukan semata-mata dapat menjadi alasan kita untuk menjadi lengah, sebab kita tidak tahu risiko lonjakan kasus COVID-19 gelombang berikutnya mungkin saja bisa terjadi.

Mencegah lonjakan kasus COVID-19 gelombang berikutnya, Indonesia dapat mengambil pelajaran dari beberapa pengalaman negara asia lain seperti Vietnam. Meskipun sempat menjadi negara dengan penanganan serta kasus COVID-19 yang terkendali, pada awal 2021 kasus COVID-19, Vietnam mengalami peningkatan yang tinggi sampai pada titik puncak. Peningkatan ini tidak berlangsung lama, dua bulan setelah lonjakan, Vietnam berhasil untuk menurunkan kasusnya nya sebanyak 73 persen. Selain Vietnam, pengalaman Jepang dalam menangani kasus Covid-19 juga patut untuk dipelajari. Jepang mampu menurunkan lonjakan tinggi sebanyak 26.121 kasus per hari hanya dalam 2 bulan atau sebesar 98 persen.

Di Indonesia, lonjakan kasus sering terjadi pada saat tanggal merah ataupun hari raya. Ketika hari raya ataupun tanggal merah, masyarakat sering kali mengadakan acara berkumpul hingga berpergian jauh dari rumah untuk mengunjungi keluarganya yang lain. Kegiatan seperti inilah yang sangat berisiko sebagai pencetus penyebaran COVID-19. Maka dari itu, Indonesia bergerak cepat dengan menjalankan kebijakan berlapis. Contoh dari kebijakan berlapis seperti pembatasan pelaksanaan kegiatan, pembatasan perjalanan dalam maupun luar negeri, memperkuat penanganan kesehatan dengan mempersiapkan obat serta alat kesehatan, peningkatan cakupan vaksinasi, dan menyediakan tempat isolasi di beberapa daerah yang kasusnya masih tinggi.

Turunnya kasus COVID-19 tidak boleh membuat masyarakat dan pemerintah lengah, justru harus tetap siaga dan semakin patuh untuk menuruti peraturan-peraturan yang telah ditetapkan guna mengurangi kasus COVID-19 hingga diharapkan dapat menyentuh angka 0 kasus.

Kasus COVID-19 di Bali beberapa pekan terakhir turun sebesar 95 persen dari kasus puncak. Jokowi mengarahkan masyarakat dan pemerintah yang berada di Bali untuk terus menekan kasus agar serendah mungkin, konsisten dalam melakukan penurunan kasus harus tetap dipertahankan. Bali juga turut diapresiasi dikarenakan sudah melaksanakan vaksinasi kedua dengan capaian 80 persen.

Referensi:

Sulaiman, M. R. (2021). “Ingat! Pandemi Belum Berakhir, Satgas Covid-19 Minta Kasus Turun Bukan Alasan Euforia”. Diakses pada 2 November 2021. https://www.suara.com/health/2021/10/08/202853/ingat-pandemi-belum-berakhir-satgas-covi d-19-minta-kasus-turun-bukan-alasan-euforia?page=all

Tanjung, E. & Saleh, U. H. (2021). “Kasus Covid-19 Bali Turun Signifikan, Jokowi: Pertahankan Kasus Serendah Mungkin”. Diakses pada 2 November 2021. https://www.suara.com/news/2021/10/08/201651/kasus-covid-19-bali-turun-signifikan-jokowi-pertahankan-kasus-serendah-mungkin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *