Home » Artikel » CEGAH OBESITAS DENGAN “RUMUS 5210”

CEGAH OBESITAS DENGAN “RUMUS 5210”

Asupan makanan yang melebihi kebutuhan  menjadi salah satu penyebab obesitas

Asupan makanan yang melebihi kebutuhan
menjadi salah satu penyebab obesitas

Denpasar, injeksionline.com Obesitas atau yang lebih dikenal dengan kegemukan yang berlebih mempunyai daya tarik tersendiri untuk dibahas oleh beberapa negara di dunia, tak terkecuali Indonesia. Prevalensi obesitas yang terjadi dari tahun ke tahun selalu meningkat. Indonesia sebagai Negara berkembang tak luput dari pendataan WHO yang memasukkan Indonesia ke dalam 10 negara dengan masalah obesitas.

Penderita obesitas adalah penderita yang mempunyai berat badan lebih dari 120% dari berat badan normal. Sering menderita komplikasi yang berupa hipertensi, penyakit jantung, sesak nafas dan tentu saja kencing manis (Hadi, 2004).

Obesitas identik dengan tubuh yang besarnya melebihi normal atau batas wajar. Namun tak hanya itu. Lebih melihat ke dalam, ciri-ciri seseorang dikatakan obesitas adalah dimana berat badan menjadi cepat naik, menjadi cepat lelah dan juga akan merasa lesu sepanjang hari, diabetes kerap muncul bagi orang yang mengalami obesitas, kesulitan dalam bernafas, biasanya akan ada selulit dibeberapa bagian tubuh, serta berat badan yang berlebih bisa meningkatkan resiko mengalami varises (Harjana, 2013).

Pemikiran yang tertanam dalam masyarakat dimana gemuk merupakan suatu kebanggaan dan kriteria untuk mengukur kesuburan dan kemakmuran suatu kehidupan, sehingga pada saat itu banyak orang yang berusaha menjadi gemuk dan mempertahankannya sesuai dengan status sosialnya. Dalam perkembangan selanjutnya justru sebaliknya kegemukan atau obesitas selalu berhubungan dengan penyakit dan resiko kematian.

Obesitas bisa terjadi karena banyak faktor, 90% obesitas terjadi karena gaya hidup yang tidak sehat. Salah satu faktornya adalah asupan makanan yang melebihi kebutuhan tanpa diimbangi dengan aktivitas yang cukup. Adanya pengaruh genetik dan hormon juga ikut berperan dalam menyebabkan obesitas pada seseorang. Jadi, jika ada anggota keluarga yang memiliki riwayat obesitas yang disebabkan oleh faktor genetik, maka hal tersebut juga dapat terjadi pada keturunan keluarga tersebut (Harjana, 2013).

Salah satu metode pengukuran tingkat obesitas dan overweight adalah dengan menggunakan antropemetri yaitu perbandingan Rasio Lingkar Pinggang dan Lingkar Panggul (RLPP). Seseorang dikatakan overweight jika hasil RLPP lebih dari 0,9 sedangkan seseorang dikatakan obesitas jika RLPP kurang dari 0,8.

Pencegahan untuk menghindari obesitas dapat dilakukan dengan sering berolahraga, makan-makanan sehat rendah lemak, menjaga berat badan serta selalu konsisten terhadap perencanaan mengenai gaya hidup sehat sehari-hari. Selain hal tersebut, dr. Aman Bhakti Pulungan, yakni Ketua Bidang Ilmiah IDAI, memberikan rumus mengenai pencegahan obesitas, yakni “Rumus 5210” (Harjana, 2013).

  1. 2 jam duduk sudah terlalu lama
    • Kebanyakan duduk membuat metabolisme tubuh terganggu dan tidak ada pembakaran kalori sehingga memicu obesitas.
  2. 5 kali (minimal) makan buah dan sayur tiap hari
    • Selalu mengusahakan buah dan sayur sebagai teman makan.
  3. 1 jam aktivitas fisik setiap hari
    • Selain aktivitas fisik satu jam per hari, selalu mengusahakan melakukan olahraga terstruktur selama 20 menit menimal tiga kali dalam sepekan.
  4. O gram gula
    • Sesedikit mungkin mengkonsumsi minuman manis. Saat ini kebanyakan anak    minum-minuman yang serba manis, seperti teh dan jus. Semua minuman itu harus dikurangi dan diganti dengan banyak minum air putih.

 Memiliki berat badan yang berlebihan itu tidak baik bagi kesehatan. Memulai untuk hidup sehat agar terhindar dari obesitas dan berbagai jenis penyakit lainnya dapat dilakukan sedini mungkin. Karena apa yang kita konsumsi dapat berpotensi melukai diri sendiri.

@rahayuwindha

Tinggalkan komentar