Home » Artikel » Buah Hati Anda Mengalami Kejang ? Jangan Disepelekan!

Buah Hati Anda Mengalami Kejang ? Jangan Disepelekan!

Denpasar-injeksionline.com Kejang demam merupakan keadaan yang sering sekali dijumpai pada anak-anak dibawah usia 5 tahun pada umumnya, Faktor resiko utama yang umum menimpa anak balita adalah demam tinggi, bisa disebabkan infeksi ekstrakranial seperti ISPA, radang telinga dan cacar air. Defisini dari kejang sendiri adalah perubahan fungsi otak mendadak sementara sebagai akibat dari aktivitas neuronal yang abnormal dan pelepasan listrik serebral yang berlebihan (betz & Sowden,2002).

Tipe-tipe kejang, terbagi menjadi beberapa bagian adalah sebagai berikut.

1.      Kejang umum

Ditandai dengan tatapan terpaku yang umumnya berlangsung kurang dari 15 detik.

2.      Kejang Mioklonik

Kedutan-kedutan involunter pada otot atau sekelompok otot yang terjadi secara mendadak. Sering terlihat pada orang sehat selaam tidur tetapi bila patologik  berupa  kedutan-kedutan sinkron dari bahu, leher, lengan atas dan kaki. Umumnya berlangsung kurang dari 5 detik dan terjadi dalam

3.      Kejang Tonik Klonik

Diawali dengan kehilangan kesadaran dan saat tonik, kaku umum pada otot ekstrimitas, batang tubuh dan wajah yang berlangsung kurang dari 1 menit, dapat disertai hilangnya kontrol usus dan kandung kemih Saat tonik diikuti klonik pada ekstrimitas atas dan bawah. Letargi, konvulsi, dan tidur dalam fase postictal.

4.      Kejang Atonik

Hilngnya tonus secara mendadak sehingga dapat menyebabkan kelopak mata turun, kepala menunduk atau jatuh ke tanah. Singkat dan terjadi tanpa peringatan.

 

Pemeriksaan Penunjang yang digunakan untuk pasien Kejang :

  1. Elektroensefalogram ( EEG ) :

Digunakan untuk membantu menetapkan jenis dan fokus dari kejang.

2.Pemindaian CT

menggunakan kajian sinar X yang lebih sensitif dri biasanya untuk mendeteksi perbedaan kerapatan jaringan.

3. Magnetic Resonance Imaging (MRI) : menghasilkan bayangan dengan menggunakan lapangan magnetic dan gelombang radio, berguna untuk memperlihatkan daerah-daerah otak yang tidak secara jelas terlihat melalui CT.

4.Pemindaian positron emission tomography ( PET )

untuk mengevaluasi kejang yang membandel dan membantu menetapkan lokasi lesi, perubahan metabolik atau aliran darah dalam otak

5. Uji laboratorium :

–          Pungsi lumbal : menganalisis cairan serebrovaskuler

–          Hitung darah lengkap : mengevaluasi trombosit dan hematokrit

–          Panel elektrolit

–          Skrining toksik dari serum dan urin

–          GDA

–          Kadar kalsium darah

–          Kadar natrium darah

–          Kadar magnesium darah

Penatalaksanaan kejang meliputi penatalaksanaan ketika muncul serangan kejang dan pencegahan kekambuhan. Perlu dilakukan konsultasi dengan tenaga medis mengenai pengobatan yang akan diambil dan digunakan.

Sumber: internet (www.scribd.com/doc/32941788/Kejang)

Article by: @Lyaachan

Edited by: @amiiikkk @dedekfriday

Tinggalkan komentar