Home » FK Unud » BEM FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA : SEMINAR PEMBENTUKAN KARAKTER DENGAN PENDEKATAN SPIRITUAL

BEM FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA : SEMINAR PEMBENTUKAN KARAKTER DENGAN PENDEKATAN SPIRITUAL

Foto Bunda Arsaningsih bersama para tamu undangan

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran telah mengadakan Seminar Pembentukan Karakter  yang diadakan pada tanggal 23 April 2016 di Ruang Teater Widya Sabha Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (FK Unud),  dengan tema “Pembentukan Karakter Mahasiswa dengan Pendekatan Spiritual”. Seminar kali ini membahas mengenai materi “Karakter dan Cinta Kasih” serta motivasi-motivasi yang menarik dari Bunda Arsaningsih yang terkenal dengan metode Soul Reflection.  Acara ini mendapat antusias bukan saja dari peserta tetapi dari para undangan yang berkenan hadir dan mengikuti seminar ini hingga selesai,  dengan jumlah kehadiran sebanyak kurang lebih 200 orang.

Acara seminar dimulai pada pukul 09.00 WITA yang diawali dengan doa kemudian  dilanjutkan dengan pemberian sambutan  oleh Ketua Panitia, Ketua BEM FK Unud dan Pembantu Dekan III FK Unud yang sekaligus secara resmi membuka acara dengan memukul gong sebanyak tiga kali. Didalam sambutan,  Nyoman Angga P. Dharma selaku Ketua Panitia mengatakan bahwa seminar kali ini diadakan untuk mencapai tujuan agar dapat menghadirkan insan yang cerdas dan berkarakter yang baik. I Putu Brian Obie Putra selaku ketua BEM, dalam sambutannya juga mengatakan bahwa diadakannya seminar pembentukan karakter ini merupakan salah satu bentuk revolusi mental dengan pendekatan spiritual berlandaskan cinta kasih. Dan pernyataan ini didukung pula oleh Dr.dr. I Made Djawi, M. Kes yang dalam sambutanya mengharapkan dengan adanya seminar pembentukan karakter ini seluruh peserta dapat tercerahkan. “Sesungguhnya seorang scientist memiliki banyak kekurangan dan salah satu cara mengetahui kekurangan itu dengan melihatnya ke dalam. Oleh karena ini amat penting agar seseorang tidak gampang menyalahkan orang lain padahal diri kita banyak bobroknya hanya saja kita tidak bisa melihatnya” (Dr.dr. I Made Djawi, M. Kes , Pembantu Dekan III FK Unud).

Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Bunda Arsaningsih. Sebelum materi diberikan , peserta disuguhkan dengan pemutaran video serta pembacaan Curriculum Vitae (CV) dari Bunda Arsaningsih. Bunda Arsaningsih didampingi oleh dr. Gede Made Sudi Adnyana dan Prof.Dr.dr. I Wayan Wita, Sp.JPK selaku moderator. Ada hal yang menarik saat akan dimulainya pemaparan materi oleh Bunda Arsaningsih, dimana beliau meminta agar selama proses pemaparan materi seluruh peserta tidak menyilangkan kaki maupun tangan. Bunda Arsaningsih menerangkan bahwa dengan menyilang kaki dan kanan, sama halnya dengan proses menolak energi atau proses membuat orang lain bodoh sehingga pembelajaran apapun yang diberikan tidak dapat diterima karena sudah ada penolakan. “Saat kita belajar, bukalah dirimu, bukalah tangan dan bukalah hati. Orang yang hendak belajar, ia membutuhkan kerendahan hati” (Bunda Arsaningsih, 23 April 2016). Bukan hanya itu, beliau juga meminta agar seluruh peserta melekatkan lidah pada langit-langit mulut karena beliau mengatakan bahwa dengan melekatkan lidah ke langit-langit mulut  maka sirkulasi energi akan mengalir dengan lancar dan membuat otak teraliri energi.

Dalam materi yang disampaikan oleh Bunda Arsaningsih, beliau mengajak peserta agar  benar-benar menjadi seseorang yang memiliki spiritual yaitu tetap menyadari proses keterhubungan manusia dengan Tuhan yang membuat kulitas hidup menjadi lebih baik dan berlandaskan cinta kasih. Dengan cinta maka kita menjadi seseorang yang dapat berbagi bahkan dapat merealisasikannya pada seribu orang. Selain itu beliau juga menjelaskan bahwa tubuh fisik kita memiliki tubuh lain diluar tubuh kita. Diluar tubuh fisik kita terdapat tubuh energi yang menjembatani manusia dengan orang lain, alam dan Tuhan karena setiap orang meiliki energi radiasi yang terpancar dari diri seseorang (aura). Tubuh berikutnya ialah tubuh emosi (rasa amarah), tubuh mental (rasa sakit dan takut) dan yang paling luar ialah tubuh spiritual. “Orang yang memiliki tubuh spiritual yang bagus maka akan selalu merasa bahagia dan akan bisa membagi kebahagian dengan orang lain” (Bunda Arsaningsih, 23 April 2016).

Bunda Arsaningsih mengatakan energi itu dapat dirasakan dan dapat diukur dengan menggunkan Soul Meter. Pada akhir segmen pemaparan materi, beliau melakukan simulasi dengan mengajak seluruh undangan, peserta maupun panitia untuk melakukan proses pemurnian. Permunian dilakukan untuk mendelete semua perasaan kecewa, amarah, dendam dan kesedihan sehingga dapat memaafkan dan mencintai orang-orang disekitar kita. Proses pemurnian berlangsung beberapa menit dan hampir keseluruhan peserta termasuk panitia  terharu dan menitikan air mata. Dengan demikian diharapkan semua yang ada diruangan tersebut merasa lebih lega, dapat memaafkan dan tumbuh cintah kasih di dalam dirinya.

Acara selanjutnya ialah sesi tanya jawab yang berlangsung sekitar 15 menit dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama Bunda Arsaningsih dan para tamu undangan. Kemudian pada akhir segmen seminar, diadakan sosialisasi mengenai LPDP bagi siswa yang igin melanjutkan kuliah S2 maupun S3 ke dalam negeri maupun ke luar negeri.

“Kunci dari semua adalah cinta kasih dan kedamaian. Bagaimana pemurnian diri dalam tubuh kita. Pada prinsipnya, semua bersifat universal, bisa dilakukan oleh siapa saja, tidak memandang agama maupun suku”

Bunda Artaningsih

Sambutan dari I Putu Brian Obie Putra selaku Ketua BEM FK Unud

Sambutan dari I Putu Brian Obie Putra selaku Ketua BEM FK Unud

Sambutan dari Dr.dr. I Made Djawi, M. Kes selaku Pembantu Dekan III FK Unud

Sambutan dari Dr.dr. I Made Djawi, M. Kes selaku Pembantu Dekan III FK Unud

Sosialisasi mengenai LPDP

Sosialisasi mengenai LPDP

Pemaparan materi yang disampaikan oleh Bunda Arsaningsih dengan materi Karakter dan Cinta Kasih

Pemaparan materi yang disampaikan oleh Bunda Arsaningsih dengan materi Karakter dan Cinta Kasih

Salah satu peserta yag sedang diukur energinya oleh Bunda Arsaningsih menggunakan  Soul Meter

Salah satu peserta yag sedang diukur energinya oleh Bunda Arsaningsih menggunakan Soul Meter

Tinggalkan komentar