Home » Artikel » Antara Gembira dan Sedih? Ini Nih Penyakit Yang Menyerang Tanpa Pandang Bulu

Antara Gembira dan Sedih? Ini Nih Penyakit Yang Menyerang Tanpa Pandang Bulu

ilustrasi gangguan bipolar pada seorang individuTerkadang pernah merasa gembira atau sedih berlebihan namun tidak tahu mengapa hal itu bisa terjadi, waspdalah mulai sekarang karena hal itu sudah dikategorikan dalam gangguan ‘Bipolar’. Seperti apa sih gangguan Bipolar itu?

Denpasar, injeksionline.com Penyakit Bipolar merupakan salah satu penyakit psikologis yang menyerang mood, dimana seseorang akan merasakan hilangnya kendali dan hilangnya subjektif adanya penderitaan yang berat. Dengan mood yang meninggi yaitu perasaan meluap-luap (flight of idea), penurunan kebutuhan tinggi, peninggian tingkat harga diri dan gagasan kebesaran yang disebut sebagai Maniac/manik. Sedangkan gejala dengan hilangnya mood, energi dan minat, kesulitan berkonsentrasi, hilangnya nafsu makan dan merasa banyak beban itu disebut sebagai Depresi.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang mengalami beberapa hal diatas seperti :

1. Faktor Biologis

Sejumlah penelitian memaparkan berbagai kelainan pada metabolit amine biogenic sepeti 5HIAA, HVA, MHPG di dalam urin dan cairan di serebrospinalis pada seseorang dengan gangguan mood.

2. Faktor Genetika

Beberapa penelitian memaparkan bahwa faktor genetika turut berkontribusi di dalam kasus gangguan mood tersebut.

3. Faktor Psikososial

Satu pengamatan mengatakan bahwa peristiwa kehidupan yang menyebabkan stress yang menyertai episode pertama pada gangguan mood daripada episode selanjutnya

Pada gangguan depresi berat bukan merupakan gangguan yang ringan. Keadaan ini cenderung merupakan gangguan kronis, dan pasien cenderung mengalami relaps. Pasien yang dirawat di Rumah sakit pada episode pertama gangguan depresif berat memiliki kemungkinan 50 persen untuk pulih di dalam tahun pertama. Episode depresif yang tidak diobati berlangsung 6-13 bulan sebagian besar episode yang diobati berlangsung 3 bulan dan apabila menghentikan depresan maka akan mengulang lagi gejala yang sama.

Terapi yang diperlukan untuk pasien yang sudah mengalami gangguan Bipolar yang berat adalah sebagai berikut :

1. Perawatan di Rumah Sakit

Seseorang yang dapat dirawat di rumah sakit apabila sudah ada indikasi untuk bunuh diri, membunuh, dan penurunan jelas kemampuan seseorang dalam mendapatkan makanan atau tempat berlindung. Apabila seseorang dengan gejala yang ringan, tidak perlu sampai di rawat di rumah sakit, hanya lebih sering berkonsultasi ke tempat praktik saja

2. Terapi Psikososisal

Secara spesifik ada beberapa data menyatakan bahwa fakmako terapi maupun psikoterapi saja tidak efektif, karena untuk pasien dengan kondisi depresi berat dengan pemberian obat secara teratur akan lebih banyak menambahkan biaya terapi dan efek samping yang tidak diperlukan. Sedangkan terapi kognitif disini diperlukan untuk menghilangkan episode depresif dan mencegah rekurennya dengan membantu pasien untuk berfikir alternatif, fleksibel dan positif daaan   melatih kembali respon serta perilaku yang baru

3. Farmakoterapi

Pengobatan efektif dan spesifik (sebagai contoh obat trisiklik) telah tersedia untuk pengobatan gangguan depresif berat selama 40tahun perngguaan fakmakoterapi spesifik kira-kira menggandalkan kemungkinan pasien akan sembuh dalam waktu satu bulan.

 

Sumber : Referat Gangguan Bipolar-Mood Disorders

Article by: @Lyaachan Edited by: @dedekfriday

Tinggalkan komentar