Home » Injeksi Post » AMANKAH ROKOK ELEKTRONIK SEBAGAI PENGGANTI ROKOK TEMBAKAU ???

AMANKAH ROKOK ELEKTRONIK SEBAGAI PENGGANTI ROKOK TEMBAKAU ???

VAPE VS ROKOK

Kemajuan jaman yang telah mengubah beberapa aspek kehidupan manusia menjadi lebih praktis. Dikalangan perokok kemajuan ini juga diaplikasikan dengan meningkatnya permintaan rokok elektronik. Dilemparnya rokok elektronik kepesaran membuat sebagian kalangan perokok memilih menjadi pengguna rokok elektronik dan meninggalkan rokok tembakau. Sehingga stigma yang tercipta dimasyarakat yaitu rokok elektronik dapat menggantikan rokok tembakau kian marak diperbincangkan. Menilik hal tersebut, sedikit akan dibahas mengenai aman tidaknya  rokok elektronik sebagai pengganti rokok tembakau.

Rokok adalah hasil olahan tembakau yang terbungkus, dihasilkan dari tanaman Nicotiana Tabacum, Nicotiana Rustica dan spesies lainnya atau sintetisnya yang mengandung nikotin dan tar dengan atau tanpa bahan tambahan.  Kandungan dari rokok itu sendiri terdiri dari nikotin yang dapat meningkatkan adrenalin yang membuat jantung berdebar lebih cepat, tar yang merupakan substansi hidrikarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru, mengandung bahan karsinogen, dan juga rokok mengandung karbonmonoksida yang merupakan gas berbahaya yang terkandung dalam asap pembuangan kendaraan, dimana karbonmonoksida ini  dapat merusak lapisan dari pembuluh darah.

Hasil penelitian di Inggris menunjukkan bahwa kurang lebih 50% para perokok yang merokok sejak remaja akan meningggal akibat penyakit-penyakit yang berhubungan dengan kebiasaan merokok. Kebiasaan merokok telah terbukti berhubungan dengan kurang lebih 25 jenis penyakit dari berbagai organ tubuh manusia. Penyakit tersebut, antara lain: kanker mulut, esophagus, faring, laring, paru, pancreas, kandung kemih, dan penyakit pembuluh darah. Hal itu dipengaruhi pula oleh kebiasaan meminum alkohol serta faktor lain.

Seiring dengan kemajuan era globalisasi, rokok elektronik kian lama kian banyak peminatnya. Rokok elektronik ini lebih banyak dikonsumsi oleh kalangan anak-anak muda.  Kementerian Kesehatan mendefinisikan peranti elektronik yang mengandungi nikotin adalah dirujuk sebagai ‘rokok elektronik’ , sementara yang tidak mengandungi  nikotin,  adalah dirujuk sebagai Vape. Komponen utama dari rokok elektronik dan vape ini tidak beda jauh yaitu untuk kandungan rokok elektronik terdapat nikotin, Propylene Glycol,  Vegetable Glycerin dan  bahan perisa dan pewarna. Sedangkan untuk kandungan utama Vape yaitu  Propylene Glycol, Vegetable Glycerin, serta bahan perisa dan pewarna. Walaupun vape dikatakan tidak mengandungi nikotin, namun bahan cair “refill” yang dijual  berkemungkinan besar masih mengandungi nikotin.

Pada awal munculnya rokok elektronik, produk ini dikatakan aman bagi kesehatan karena larutan nikotin yang terdapat didalamnya hanya terdiri dari campuran air, propilen glikol, zat penambah rasa, aroma tembakau dan senyawa-senyawa lain yang tidak mengandung tar, tembakau, zat toksik lainnya yang umumnya terdapat pada tembakau. Sebuah penelitian yang membandingkan berbagai merek rokok elektronik dengan rokok tembakau menemukan bahwa secara umum rokok elektronik membutuhkan hisapan yang lebih dalam terutama setelah 10 hisapan. Kadar uap nikotin yang dihasilkan berkurang setelah 10 hisapan, berbeda dengan kadar nikotin rokok tembakau yang cenderung lebih stabil.

Efek akut dari rokok elektronik yang ditimbulkan pada paru-paru menunjukkan bahwa setelah penggunaan rokok elektronik lebih dari lima menit, kadar Nitrit Oksida udara ekshalasi menurun secara signifikan dan tahanan jalan nafas meningkat signifikan, efek tersebut merupakan respon yang sama seperti pada penggunaan rokok tembakau.

Maraknya perokok yang beralih ke rokok elektronik sepertinya menjanjikan sebagai suatu alternatif pengganti rokok tembakau yang lebih aman namun kenyataannya tidaklah demikian. Kadar asupan nikotin yang berkurang membuat pengguna rokok elektronik masih menggunakan rokok tembakau selain itu rokok elektronik masih mengandung zat-zat yang tergolong toksik bagi tubuh manusia. Dapat disimpulkan bahwa rokok elektronik hingga saat ini belum terbukti aman sebagai alternatif untuk rokok tembakau dan penggunaannya sebagai strategi untuk mengurangi efek merugikan dari rokok tembakau tidak dianjurkan. (Win)

 

 

Sumber :

Nururrahmah, P. K. (2014). PENGARUH ROKOK TERHADAP KESEHATAN DAN PEMBENTUKAN KARAKTER MANUSIA, 01.

Tanuwihardja, R. K., Susanto, A. D., Persahabatan, S., & Cigarette, E. (2012). Rokok Elektronik ( Electronic Cigarette ), 32(1), 53–61.

Tinggalkan komentar