Home » Artikel » ABCD Untuk Cegah Malaria

ABCD Untuk Cegah Malaria

Denpasar – InjeksiOnline.com. Penyakit malaria merupakan salah satu penyakit yang sangat populer di masyarakat oleh karena insiden kejadiannya yang cukup tinggi. Malaria berasal dari bahasa Italia “Mala” dan “Aria” yang artinya “udara yang jelek atau salah”. Malaria adalah suatu penyakit infeksi parasit yang disebabkan oleh Plasmodium yang menyerang sel darah merah. Ada 4 macam plasmodium yang ada di dunia termasuk di Indonesia, diantaranya adalah Plasmodium vivax, Plasmodium falcifarum, Plasmodium ovale dan Plasmodium malariae.

Penyakit ini diakibatkan oleh gigitan nyamuk malaria yaitu anopheles yang menyebarkan parasit Plasmodium ke tubuh kita, nyamuk ini akan menggigit korbannya pada malam hari hingga subuh. Dari gigitan tersebut akan menyebarkan parasit yang akan berkembang biak di organ hati sehingga menginfeksi sel darah merah. Dari infeksi tersebut akan menyebabkan beberapa komplikasi tergantung dari jenis parasit yang disebarkan pada tubuh kita, keadaan tubuh penderita, jenis plasmodium yang menginfeksi, umur penderita dan nutrisi.

Sangat perlu kita ketahui bersama bahwa penderita dengan malaria akan mengalami gejala yang khas yaitu “Trias Malaria”. Trias malaria adalah terjadinya periode dingin, periode panas dan periode berkeringat. Periode dingin (15-60 menit) dimulai dengan menggigil, penderita sering membungkus diri dengan selimut dan diikuti dengan meningkatnya suhu tubuh sebagai awal mula periode panas. Pada periode panas, muka penderita merah, nadinya cepat, panas tinggi beberapa jam kemudian diikuti keadaan berkeringat sebagai awal periode berkeringat. Pada periode berkeringat, penderita berkeringat banyak dan temperatur turun, kemudian penderita “merasa” sehat. Semua penderita malaria akan mengalami demam periodik, anemia dan pembesaran limfa.

Adapun tips ABCD dari WHO untuk pencegahan Malaria :

  • Awasi segala hal yang beresiko untuk terkena malaria, sadari masa inkubasi dan gejala utamanya.
  • Hindari terkena gigitan nyamuk terutama menjelang senja hingga fajar dan Bersihkan daerah sekitar dari sarang nyamuk.
  • Gunakan obat antimalaria (Chemoprophylaxis) untuk menjaga tingkat infeksi lebih lanjut.
  • Segera dapatkan Diagnosa dan pengobatan dari tim medis jika mengalami demam selama 1 minggu setelah memasuki daerah rawan malaria, sampai 3-12 bulan setelah keberangkatan. (Amiik) edited by @yudofandhie

Tinggalkan komentar